Category Archives: Pendidikan

Jawa Tengah merupakan salah satu Provinsi yang ada di Indonesia dengan ibu kota Semarang. Luas Wilayah Luas: 32.801 km². Secara administratif, Provinsi Jawa Tengah terdiri atas 29 kabupaten dan 6 kota. Administrasi pemerintahan kabupaten dan kota ini terdiri atas 545 kecamatan dan 8.490 desa/kelurahan.

Sebagai upaya mencetak SDM yang unggul, di Jawa Tengah terdapat beberapa perguruan tinggi. Universitas merupakan jenis perguruan tinggi yang terdiri dari sejumlah fakultas yang menyelenggarakan Pendidikan Akademik dan/atau Pendidikan Vokasi dalam sejumlah ilmu pengetahuan, teknologi, atau seni. Jadi Universitas bisa menyelenggarakan dua jenis pendidikan tinggi, yaitu Pendidikan Akademik dan Pendidikan Vokasi.

Berikut ini Perguruan Tinggi baik PTN dan PTS  yang sangat direkomendasikan :


Demikian informasi mengenai Universitas / Perguan Tinggi di Provinsi Jawa Tengah. Semoga Bermanfaat. (Nur Faizin)

Dispermasdes bersama OPD Grobogan Gelar Forum Diskusi Sistem Informasi Desa (SID) sebagai gebrakan baru untuk pengembangan Fungsi Sistem Informasi Desa.

Media Informasi Desa-Purwodadi (03-12-2020)  Di awal bulan Desember Tahun 2020 ini, Dispermades Kabupaten Grobogan melakukan Gebrakan baru dengan menyelenggarakan Forum Diskusi Sistem Informasi Desa (SID). Pada forum tersebut, Dispermades Kabupaten Grobogan mengundang Dinas Komunikasi dan Informasi dan Pengadilan Negeri Purwodadi Grobogan.

Turut diundang pada kegiatan penting untuk pengembangan sistem informasi desa itu, sepuluh desa dari sepuluh kecamatan, yakni

Panunggalan Pulokulon, Kalirejo Wirosari, Tambirejo Toroh, Dempel Karangrayung, Tarub Tawangharjo, Wates Kedungjati, Pengkol Penawangan, Tanggungharjo Grobogan, Cangkring Tegowanu, dan Karangrejo Gabus.

Acara bertempat di aula Bina Desa Dispermades Grobogan.

Dispermasdes sukses gelar Forum Diskusi SID Grobogan

Acara Forum Diskusi SID dipandu langsung oleh Kabid Pembangunan Dispermades Grobogan, M. Soleh, M.Kes, merupakan leader pejabat yang mendukung, mensupport dan memfasilitasi para pegiat SID Grobogan untuk mengingkatkan fungsi sistem informasi desa di Kabupaten Grobogan dari Dispermasdes.

Dari tim Diskominfo Grobogan menjelaskan tekait kendala server  yang selama ini masih dirasa belum stabil dikarenakan kondisi infrastruktur yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Saat ini infrastruktur jaringan masih kurang, sehingga server sering mati, sehingga SID juga terhambat. Mudah- mudahan tahun 2021 akan lebih baik. Selain itu juga ada kendala SDM, karena kurangnya programmer yang ada di Diskominfo yang harus mengurusi se-Kabupaten Grobogan.” Jelas dedy.

Pada kesempatan tersebut, Kepala PN Purwodadi Agus Darmanto, S.H.,M.H menyampaikan aplikasi KEMBANG DESA, sebagai aplikasi unggulan Pengadilan Negeri yang dapat langsung diakses oleh masyarakat. Agus Darmanto berpesan agar aplikasi tersebut disebarluaskan kepada masyarakat desa.

“Aplikasi Kembang Desa ini bisa diakses di laman https://kembangdesa.pt-semarang.go.id/. Warga bisa mengakses segala layanan hukum di pengadilan negeri tanpa harus datang ke kantor Pengadilan Negeri. Selama ini mungkin masyarakat trauma dan takut berhubungan dengan pengadilan negeri,” tutur Agus Darmanto.

Peserta diskusi dengan semangat dan antusias mengikuti pemaparan materi

Hadir pula pada forum diskusi ini, Nur Faizin, S.Pd. S. Kom, pegiat SID dari Desa Panunggalan Kecamatan Pulokulon. Bang Jin, panggilan akrabnya merupakan salah satu tokoh yang giat untuk pengembangan sistem informasi desa di Kabupaten Grobogan.

Pada  kesempatan ini, Nur Faizin secara singkat memaparkan teknis pengelolaan sistem informasi desa menggunakan Platform OpenSID yang saat ini telah diujicobakan oleh sepuluh desa yang hadir pada Forum Diskusi ini.

Dalam acara yang berlangsung hingga siang tersebut, Kepala Dispermasdes berpesan melalui Kabid Pembangunan Dispermades Grobogan, M. Soleh, M.Kes berharap agar forum ini dikembangkan tidak hanya yang hadir saat ini, namun seluruh kecamatan di Kabupaten Grobogan ada perwakilan satu desa yang giat untuk pengembangan SID.

Anggota Komisi C,  Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Tengah Abang Baginda Muhammad Mahfuz Hasibuan menggelar Reses di Desa Panunggalan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan, Selasa (17/11/2020).

Kegiatan Reses dimulai pada pukul 13.00 WIB yang dihadiri oleh perangkat desa, lembaga desa, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan kelompok tani setempat. Meski demikian, kegiatan ini tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Pemerintah.

Pada kesempatan ini, Abang Baginda banyak menyampaikan kegiatannya sebagai wakil rakyat dan menjelaskan perbankan terkait kredit serta peningkatan dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDEsa) agar lebih berkembang dan dapat meningkatan perekonomian desa. Selain itu, Abang Baginda juga mempersilahkan kepada masyarakat pelaku UKM untuk mengakses permodalan ke Bank BUMD untuk memulihkan perekonomian di masa pandemi ini.

Beberapa usulan yang disampaikan masyarakat pada kegiatan ini, terfokus pada perbaikan infrastruktur, kelangkaan pupuk dan permasalahan kekurangan air di Desa Panunggalan pada khususnya, dan Kecamatan Pulokulon pada umumnya.

“Jangan lelah berinovasi, terus berkarya. Jika kesulitan modal usaha, silahkan ajukan kredit modal ke Bank Pemerintah”, Pesan Abang Baginda berikan motivasi.

Lebih lanjut, Abang Baginda menyampaikan bahwa Penerima Banpres UKM dan Bantuan Sosial terdampak Covid-19 untuk Kabupaten Grobogan terbanyak di Jawa Tengah.

Diakhir kegiatan ini, Abang Baginda menyampaikan akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk menampung dan menindaklanjuti usulan dan aspirasi masyarakat di Kabupaten Grobogan.

Hari Pahlawan 10 November merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah negara Republik Indonesia. Karena pada 10 November 1945 terjadi pertempuran besar pasca kemerdekaan, yang dikenal juga sebagai pertempuran Surabaya.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah mengeluarkan maklumat yang menetapkan mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan di seluruh wilayah Indonesia. Gerakan pengibaran bendera tersebut meluas ke seluruh daerah-daerah, salah satunya di Surabaya. Pada pertengahan September, tentara Inggris mendarat di Jakarta dan mereka berada di Surabaya pada 25 September 1945.

Tentara Inggris tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) datang bersama dengan tentara NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Tugas mereka adalah melucuti tentara Jepang dan memulangkan mereka ke negaranya, membebaskan tawanan perang yang ditahan oleh Jepang, sekaligus mengembalikan Indonesia kepada pemerintahan Belanda sebagai negara jajahan. Hal ini memicu kemarahan warga Surabaya, mereka menganggap Belanda menghina kemerdekaan Indonesia dan melecehkan bendera Merah Putih.

Pada 27 Oktober 1945, perwakilan Indonesia berunding dengan pihak Belanda dan berakhir meruncing, karena Ploegman mengeluarkan pistol, dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan tersebut. Hingga mengakibatkan Ploegman tewas dicekik oleh Sidik di Hotel Yamato pun terjadi ricuh. Sejumlah warga ingin masuk ke hotel, tetapi Hariyono dan Koesno Wibowo yang berhasil merobek bagian biru bendera Belanda sehingga bendera menjadi Merah Putih.

Kemudian pada 29 Oktober, pihak Indonesia dan Inggris sepakat menandatangani gencatan senjata. Namun keesokan harinya, kedua pihak bentrok dan menyebabkan Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris, tewas tertembak hingga mobil yang ditumpanginya diledakan oleh milisi. Melalui Mayor Jenderal Robert Mansergh, pengganti Mallaby, ia mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia bersenjata harus melapor serta meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan. Tak hanya itu, mereka pun meminta orang Indonesia menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas dengan batas ultimatum pada pukul 06.00, 10 November 1945. Ultimatum tersebut membuat rakyat Surabaya marah hingga terjadi pertempuran 10 November Perang antar kedua kubu berlangsung sekitar tiga minggu. Tokoh perjuangan yang menggerakkan rakyat Surabaya antara lain Sutomo, K.H. Hasyim Asyari, dan Wahab Hasbullah.

TERIMA KASIH PAHLAWANKU, KAMI SIAP MELANJUTKAN PERJUANGANMU

PAHLAWANKU SEPANJANG MASA

SID Panunggalan- Sabtu (25/07/2020) Sebagai bentuk berperan aktif pada peningkatan kompetensi TIK bagi Pegiat Sistem Informasi Desa (SID) di wilayah Kabupaten Grobogan, Forum Pegiat SID Kabupaten Grobogan bekerja sama dengan LKP. Wahana Prestasi Panunggalan, Pulokulon. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 s.d 15.00 WIB di Pendopo Kantor Desa Jetaksari Kecamatan Pulokulon bertujuan meningkatkan kualitas SDM desa, meningkatkan citra desa, meningkatkan keunggulan desa, dan optimalisasi website desa sebagai penyebarluasan informasi yang ada di desa.

Turut hadir pada kegiatan ini Bapak Sarah, Sekretaris Desa Tambirejo Kecamatan Toroh (Tokoh Pegiat SID Grobogan) berkesempatan membuka Belajar Bareng ini. Dalam sambutannya memberikan motivasi serta apresiasi kepada penyelenggara kegiatan Belajar Barengb Web Desain dan berpesan kepada semua Peserta yang hadir untuk sungguh-sungguh mengikuti pelatihan agar mampu mengelola website desa lebih berkualitas dan bermanfaat bagi pemerintah desa dan masyarakat.

Belajar Bareng Web Desain diawali dengan penyampain materi yang dipandu langsung oleh Direktur LKP. Wahana Prestasi Panunggalan, Nur Faizin, S.Pd. materi yang paparkan dasar-dasar website secara umum yang meliputi elemen-elemen penting dalam mendesain website dan pedoman penulisan berita yang profesional. Setelah waktu istirahat berakhir pada pukul 13.00 WIB, kegiatan dilanjutkan praktik materi login adminstrator, posting artikel, fitur-fitur pada wordrpess administrator untk mengelola website desa. Pada akhir kegiatan, pemateri memberikan evaluasi dan tindaklanjut kegiatan Belajar Bareng ini serta berharap hasil kegiatan ini dapat memberikan banyak manfaat yang didapat peserta dan tujuan belajar  tercapai dengan maksimal.

5/5