Masyarakat terbantu dengan Bansos Tunai (BST) Kemensos

Warga miskin Desa Panunggalan dengan pemberitaan oleh beberapa media online pada minggu lalu yang diberitakan belum terdata sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Bantuan Sosial lainnya, ternyata telah terdaftar sebagai penerima Bantuan Sosial Tunai. tepatnya pada Minggu 17 Mei 2020 kemaren, warga tersebut melakukan pencairan dana Bantuan Sosial  Tunai (BST) Kementerian Sosial tahap  I  sebesar  Rp 600.000 perbulan bersama warga penerima Bantuan Sosial Tunai lainnya.  Di Desa Panunggalan mendapatkan bantuan sosial tunai dan non-tunai akibat dampak Covid-19. Bantuan tunai senilai Rp 600.000 dari Kementerian Sosial akan diberikan kepada warga setiap bulannya periode April-Juni bagi warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) melalui PT. Pos Indonesia dan transfer ke rekening penerima bantuan, serta bantuan sembako senilai Rp200.000 bagi warga yang tergolong warga miskin atau tidak mampu dan rentan terkena dampak Covid-19.

Kepala Seksi Pelayanan, Bambang Tri Mulyanto mengatakan pemberian bantuan tunai tertuang dalam mengacu Surat Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial RI Nomor 1448/6/DI.01/04/2020 tentang Alokasi Pagu Penerima Bantuan Sosial Tunai (Bansos Tunai). “Bantuan Sosial Tunai yang diterima Desa Panunggalan sebanyak 201 penerima, pada pencairan tahap 1 sebanyak 147 penerima selebihnya akan dicairkan pada tahap berikutnya menunggu jadwal” imbuhnya.